KARANGASEM - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1623/Karangasem terus menunjukkan progres nyata. Memasuki hari kedelapan pelaksanaan, Satgas TMMD mulai mengerjakan sasaran fisik utama berupa pembangunan jalan rabat beton di Dusun Kubakal, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Rabu (29/04/2026).
Pembangunan jalan sepanjang 1.450 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 15 sentimeter ini menjadi prioritas karena dinilai krusial dalam membuka akses wilayah serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Sejak pagi, ratusan personel Satgas TMMD bersama warga turun langsung ke lapangan. Mereka bahu-membahu mengolah material, meratakan jalur, hingga memulai tahap pengecoran di beberapa titik. Semangat gotong royong terlihat kental di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Komandan Satgas TMMD ke-128 Kodim 1623/Karangasem, Letkol Inf. Gurbasa Samosir, menegaskan bahwa pembangunan jalan ini merupakan langkah strategis dalam mendorong kemajuan desa, khususnya dari sisi konektivitas dan distribusi hasil produksi warga.
“Pembangunan jalan rabat beton ini menjadi prioritas karena menyangkut akses utama masyarakat. Kami berharap, setelah selesai nanti, mobilitas warga akan jauh lebih lancar dan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi, ” jelasnya.
Meski progres saat ini masih sekitar 25 persen, pengerjaan ditargetkan rampung sesuai jadwal. Jalan tersebut nantinya akan menjadi jalur vital bagi warga dalam mengangkut hasil pertanian maupun peternakan ke pasar.
Sementara itu, Perbekel Desa Pempatan, Pande Ketut Arimbawan, menyampaikan apresiasi atas kehadiran program TMMD di wilayahnya. Ia menilai pembangunan ini membawa harapan baru bagi masyarakat Dusun Kubakal.

“Kami sangat berterima kasih kepada Satgas TMMD yang telah memilih desa kami sebagai lokasi kegiatan. Jalan ini sangat dinantikan warga karena akan mempermudah akses dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ” ungkapnya saat meninjau lokasi pekerjaan.
Program TMMD ke-128 tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga mencakup kegiatan nonfisik seperti penyuluhan serta program unggulan TNI AD, termasuk rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH).
Dengan sinergi antara TNI dan masyarakat, pembangunan di Dusun Kubakal diharapkan mampu menjadi titik awal percepatan kemajuan desa, baik dari sektor infrastruktur maupun peningkatan kualitas hidup warganya.
(Agung)

Updates.